• RPP Kelas X
  • RPP Kelas XI
  • RPP Kelas XII
  • Artikel PKN
  • Artikel IPS
  • Artikel Kesehatan
  • Artikel Facebook
  • 9/09/2012

    Dampak Positif dan Negatif Mobilitas Sosial

    Dampak Positif dan Negatif Mobilitas Sosial

    Gejala naik turunnya status sosial tentu memberikan konsekuensi-konsekuensi tertentu terhadap struktur sosial masyarakat. Konsekuensi-konsekuensi itu kemudian mendatangkan perbagai reaksi. Reaksi tersebut dapat berupa konflik.

    Berikut ini beberapa dampak positif dan negatif Mobilitas Sosial.

    a. Dampak positif mobilitas sosial
    Dampak positif mobilitas sosial, antara lain:

    1). Penyesuaian kembali. Setiap konflik pada dasarnya menginginkan untuk menguasai dan mengalahkan lawan. Bagi pihak-pihak yang berkonflik, apabila menyadari bahwa konflik tersebut akan lebih banyak merugikan kelompoknya, maka akan timbul penyesuaian kembali yang didasari oleh adanya rasa toleransi atau rasa saling menghargai. Penyesuaian seperti ini disebut sebagai akomodasi.

    2). Orang-orang akan mengupayakan agar dapat meraih prestasi dan berusaha untuk bias menjadi lebih maju karena mereka memiliki kesempatan untuk melakukan perpindahan strata. Kesempatan ini mendorong orang untuk mau bersaing dan bekerja keras agar dapat naik ke strata atas. Misalnya : Seorang anak miskin berusaha belajar dengan giat agar mendapatkan keka4 pada masa depan.

    3). Mobilitas sosial akan lebih mempercepat tingkat perubahan sosial masyarakat ke arah lebih baik.


    b. Dampak negatif mobilitas sosial
    Dampak negatif mobilitas sosial dapat berupa konfliks. Terdapat berbagai macam konflik sosial yang bisa timbul di dalam masyarakat sebagai dampak dari terjadinya mobilitas sosial, yaitu :

    1). Konflik antarkelas
    Dalam masyarakat terdapat lapisan-lapisan sosial, yang dipengaruhi oleh kekayaan, kekuasaan, dan pendidikan. Kelompok yang terdapat di dalam lapisan-lapisan itu disebut sebagai kelas sosial. Apabila terjadi perbedaan kepentingan antara kelas-kelas sosial yang ada di masyarakat dalam mobilitas sosial maka akan muncul konflik antarkelas. Misalnya : demonstrasi buruh yang menuntut kenaikan upah menggambarkan konflik antara kelas buruh dengan pengusaha.

    2). Konflik antarkelompok sosial
    Terdapat kelompok sosial yang beraneka ragam dalam masyarakat. Di antaranya kelompok sosial berdasarkan ideologi, profesi, agama, suku, dan ras. Apabila salah satu dari kelompok tersebut berusaha untuk menguasai kelompok lainnya atau terjadi pemaksaan maka dapat menimbulkan konflik. Misalnya : tawuran pelajar dan perang antarkampung.

    3). Konflik antargenerasi
    Konflik antargenerasi terjadi antara generasi tua yang mempertahankan nilai-nilai lama dan generasi muda yang ingin mengadakan perubahan. Misalnya : pergaulan bebas yang saat ini banyak dilakukan kaum muda di Indonesia sangat bertentangan dengan nilai-nilai yang dianut generasi tua.

    You Might Also Like:

    Disqus Comments