Friday, August 10, 2012

Artikel Tentang Status Sosial

Pada postingan kali ini, saya akan memposting artikel tentang status sosial dalam masyarakat, setelah sebelumnya memposting Artikel tentang Mobilitas Sosial.

Kelas sosial timbul disebabkan oleh adanya perbedaan penghormatan atau status sosial di dalam masyarakat. Contohnya, seorang anggota masyarakat akan dipandang lebih terhormat karena dia mempunyai status sosial yang lebih tinggi, dan seorang anggota masyarakat yang lainnya akan dipandang lebih rendah karena dia mempunyai status sosial yang lebih rendah.

1. Definisi Status Sosial
Setiap individu mempunyai status sosialnya masing-masing di dalam masyarakat. Status sosial seringkali disebut sebagai kedudukan, posisi atau peringkat seseorang di dalam masyarakat. Terdapat berbagai macam kedudukan atau status di dalam masyarakat, seperti suami, isteri, anak, ketua RT, ketua RW, Lurah, Camat, Kepala Sekolah, Guru dan lain sebagainya.


Di dalam teori sosiologi, unsur-unsur yang terdapat dalam sistem pelapisan masyarakat adalah kedudukan atau status dan peranan atau role. Kedua unsur ini menjadi unsur baku dalam pelapisan masyarakat. Kedudukan dan peranan individu atau kelompok mempunyai arti penting di dalam suatu sistem sosial.

Apakah yang disebut sebagai sistem sosial?
Sistem sosial yaitu pola-pola yang mengatur hubungan timbal balik atau tingkah laku antar individu-individu dalam masyarakat atau hubungan antara individu dengan masyarakatnya.

2. Cara Memperoleh Status Sosial.
Bagaimana cara seseorang untuk memperoleh statusnya di dalam masyarakat? Cara-cara untuk memperoleh status atau kedudukan sosial adalah sebagai berikut :

a. Ascribed Status merupakan kedudukan atau status sosial yang diperoleh secara otomatis tanpa usaha. Status ini sudah diperoleh seseorang sejak lahir. Misalnya : Gelar kebangsawanan, keturunan, Jenis kelamin, dan lain sebagainya.

b. Achieved Status adalah kedudukan yang diperoleh seseorang dengan disengaja (melalui usaha). Misalnya : kedudukan atau status yang diperoleh seseorang melalui pendidikan, seperti : dokter, guru, insinyur, dan lain sebagainya.

c. Assigned Status adalah kombinasi dari perolehan status sosial secara otomatis dan status sosial melalui usaha. Status sosial ini diperoleh melalui penghargaan atau pemberian oleh pihak lain atas jasa perjuangannya untuk kepentingan atau kebutuhan masyarakat. Misalnya : gelar pahlawan, gelar pelajar teladan, penganugerahan Kalpataru, dan lain sebagainya.

3. Akibat yang Mungkin Ditimbulkan oleh Status Sosial
Kadangkala di dalam masyarakat, seseorang atau individu memiliki dua atau lebih status sosial yang disandangnya secara bersamaan. Bila status-status yang disandangnya tersebut berlawanan akan terjadi benturan atau pun pertentangan. Hal itulah yang kemudian menyebabkan timbulnya Konflik Status. Jadi akibat yang mungkin ditimbulkan dari status sosial seseorang di dalam masyarakat adalah timbulnya konflik status.

Beberapa Macam Konflik Status :
a. Konflik Status yang bersifat Individual:
Konflik status ini dirasakan seseorang atau individu dalam batinnya sendiri. Misalnya : Seorang perempuan yang di dalam batinnya harus memilih untuk menjadi wanita karier atau ibu rumah tangga yang merupakan tugas utamanya.

b. Konflik Status Antar Individu:
Status sosial yang dimiliki dapat juga menimbulkan Konflik status antara individu yang satu dengan individu yang lainnya. Misalnya : perebutan harta warisan antara dua anak atau lebih dalam satu keluarga.

c. Konflik Status Antar Kelompok:
Status sosial dapat pula mengakibatkan Konflik status yang terjadi antara kelompok yang satu dengan kelompok yang lain. Misalnya : Peraturan yang dikeluarkan oleh salah satu departemen bertentangan dengan peraturan yang ada di departemen yang lainnya. Dinas Pekerjaan Umum (DPU) yang mempunyai tanggung jawab terhadap pemeliharaan jalan-jalan raya, terkadang mengalami konflik dengan PLN (Perusahaan LIstrik Negara) yang justru melubangi jalan ketika hendak membuat jaringan listrik baru.

Demikian pembahasan dari Artikel tentang Status Sosial ini, semoga bermanfaat untuk dijadikan sumber rujukan bagi kita.

1 comment:

  1. menurut saya artikel ini cukup lengkap.
    Menurut pendapat saya seseorang yang mempunyai status sosial rendah, mereka cenderung bergaul dengan yang senasib. Apabila mereka bergaul dengan yang berstatus sosial tinggi, lama kelamaan mereka akan menghadapi beberapa konflik di hatinya. Salah satu contohnya adalah mereka akan mencoba sejajar dengan orang yang berstatus sosial tinggi. Mereka akan berusaha memiliki apa yang dimiliki orang itu. Hal itu kemudian berakibat dengan rasa tidak peduli terhadap lingkungan sekitar. Padahal hal tersebut sangat merugikan untuk dirinya sendiri.
    Karena bisa menghalalkan segala cara untuk mendapatkan sesuatu tanpa memikiran sebab dan akibatnya.

    ReplyDelete