Friday, August 31, 2012

Pengertian Mobilitas Sosial

Mobilitas sosial adalah suatu gerak dalam struktur sosial yang mengatur organisasi suatu kelompok sosial. Struktur sosial mencakup sifat hubungan yang terjadi antara individu di dalam kelompok serta hubungan antara individu dengan kelompoknya di dalam masyarakat.

Di dalam dunia modern sekarang ini, banyak orang yang berusaha untuk melakukan mobilitas sosial. Mereka meyakini bahwa hal itu akan membuat orang menjadi lebih bahagia serta memungkinkan mereka untuk melakukan jenis pekerjaan yang dianggap paling cocok bagi mereka. Jika tingkat mobilitas sosial tinggi, meskipun latar belakang sosialnya berbeda, mereka tetap dapat merasa mempunyai hak yang sama dalam mencapai kedudukan sosial yang lebih tinggi. Sebaliknya, jika tingkat mobilitas sosial rendah, mereka hidup dalam kelas sosial tertutup.

Mobilitas sosial akan lebih mudah terjadi pada masyarakat terbuka karena lebih memungkinkan dalam berpindah strata. Sebaliknya, dalam masyarakat yang bersifat tertutup, kemungkinan untuk melakukan perpindahan strata lebih sulit. Sebagai contoh, Dalam masyarakat feodal yakni masyarakat yang masih menganut sistem kasta. Pada masyarakat yang menganut sistem kasta, jika seseorang lahir dari kasta yang paling rendah untuk selamanya ia tetap berada pada kasta yang rendah, dia tidak mungkin dapat pindah ke kasta yang lebih tinggi, meskipun ia memiliki kemampuan atau keahlian. Hal ini d sebabkan yang menjadi kriteria stratifikasi adalah keturunan. Sehingga tidak terjadi gerakan sosial dari strata yang satu menuju strata yang lainnya yang lebih tinggi.

Pada umumnya, cara masyarakat untuk dapat melakukan mobilitas sosial naik adalah sebagai berikut :

1. Merubah Standar Hidup
Naiknya penghasilan masyarakat tidak akan menaikkan status mereka secara otomatis, namun akan dapat merefleksikan suatu standar hidup mereka yang lebih tinggi. Hal ini akan memengaruhi peningkatan status.

2. Pernikahan
Dalam usaha untuk meningkatkan status sosial yang lebih tinggi masyarakat (orang-orang) dapat juga melakukannya melalui perkawinan.

3. Perubahan Tempat Tinggal
Untuk meningkatkan status sosial, seseorang dapat berpindah tempat tinggal dari tempat tinggal yang lama ke tempat tinggal yang baru. Atau dengan cara merekonstruksi tempat tinggalnya yang lama menjadi lebih megah, indah, dan mewah. Secara otomatis, seseorang yang memiliki tempat tinggal mewah akan disebut sebagai orang kaya oleh masyarakat, hal ini menunjukkan terjadinya gerak sosial ke atas.

4. Perubahan Tingkah Laku
Untuk mendapatkan status sosial yang tinggi, orang berusaha menaikkan status sosialnya dan mempraktikkan bentuk-bentuk tingkah laku kelas yang lebih tinggi yang diaspirasikan sebagai kelasnya. Tidak hanya tingkah laku, tetapi juga pakaian, ucapan, minat, dan sebagainya. Dia merasa dituntut untuk mengkaitkan did dengan kelas yang diinginkannya.

5. Perubahan Nama
Dalam suatu masyarakat, sebuah nama diidentifikasikan pada posisi sosial tertentu. Gerak ke atas dapat dilaksanakan dengan mengubah nama yang menunjukkan posisi sosial yang lebih tinggi.

0 komentar:

Post a Comment