• RPP Kelas X
  • RPP Kelas XI
  • RPP Kelas XII
  • Artikel PKN
  • Artikel IPS
  • Artikel Kesehatan
  • Artikel Facebook
  • 9/29/2012

    Pancasila Sebagai Sumber Nilai Bagi Bangsa Indonesia (Artikel PKN)

    Pancasila Sebagai Sumber Nilai Bagi Bangsa Indonesia (Artikel PKN)

    Bagi bangsa Indonesia, sumber nilai dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara adalah Pancasila. Pengambilan Pancasila sebagai sumber nilai bagi bangsa Indonesia ini tidak dapat dibantah oleh seluruh warga bangsa. Sikap tegar terhadap prinsip ini memunculkan konsekuensi bahwa seluruh tatanan kehidupan masyarakat bangsa dan negara harus menjadikan Pancasila sebagai dasar moral atau norma. Misalnya, tolak ukur tentang baik buruk dan benar-salah dalam sikap, melakukan perbuatan dan tingkah laku bangsa Indonesia, khususnya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara harus merujuk pada sila-sila yang ada di dalam Pancasila.

    Hakikat Nilai Pancasila Setiap sila memiliki arti dan makna yang sangat jelas. Arti dan makna itu relevan dengan perilaku ideal.
    1. Landasan spiritual bersumber pada sila pertama: Tuhan Yang Maha Esa. Landasan beragama yang memuat sikap pengesaan Tuhan jelas bahwa setiap manusia Indonesia harus bertuhan. Ia siap pula untuk melaksanakan titah Tuhan.
    2. Landasan moral bersumber pada sila kedua: Kemanusiaan yang adil dan beradab. Sila ini mengajarkan bahwa setiap manusia Indonesia har-us memiliki sikap untuk saling menghormati harkat dan martabat manusia. Setiap manusia Indonesia juga diberi jaminan dan harus memberi jaminan terhadap hak-hak asasi manusia.
    3. Sila ketiga: Persatuan Indonesia memberikan tempat pada kemajemukan. Dengan sila ini, bangsa Indonesia harus mengedepankan semangat persatuan dan kesatuan daripada semangat etnisitas. Kendatipun demikian, sila ini sama sekali tidak menghilangkan perbedaan alamiah dan keragaman budaya etnik.

    Dengan semangat persatuan dan kesatuan, kita hams berupaya serius untuk mencegah segala bentuk separatisme, baik atas dasar kedaerahan, agama, suku, maupun pendirian politik. Semangat untuk tetap bersatu juga berakar pada asas kedaulatan yang berada di tangan rakyat. Jiwa persatuan dan kesatuan itu juga mencita-citakan perwujudan masyarakat yang adil dan makmur.
    1. Sila keempat: Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan mendidik seluruh warga bangsa untuk menjadikan musyawarah mufakat sebagai pemecah kebuntuan dialog. Dalam sejarah pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia, musyawarah mufakat merupakan jiwa demokrasi Pancasila. Ia sudah dibangun sejak lama, puluhan tahun lalu.
    2. Sila kelima: Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia menjadi pendorong bagi siapa pun untuk berpihak kepada kebenaran. Bentuk masyarakat yang menjadi cita-cita pembangunan nasional adalah masyarakat adil yang berkemakmuran dan masyarakat makmur yang berkeadilan. Jadi, dengan prinsip ini, keadilanlah yang akan menjadi panglima pembangunan nasional.
    Seperti yang sudah disebutkan bahwa nilai itu ada bersifat subjektif, dan ada pula yang bersifat objektif. Nilai subjektif Pancasila berkaitan dengan kejiwaan bangsa Indonesia. Nilai-nilai yang ada di dalam setiap sila Pancasila merupakan hasil perenungan, pemikiran, dan penilaian bangsa Indonesia. Jadi, satu ideologi dasar kehidupan bangsa Indonesia adalah Pancasila karena is menjadi pandangan, pegangan, dan petunjuk hidup bangsa.

    Setiap sila dari Pancasila pun bernilai objektif. Objektivitas sila Pancasila itu dapat dibuktikan dari beberapa hal berikut.
    1. Rumusan setiap sila dari Pancasila bersifat universal.
    2. Muatan redaksi Pembukaan UUD 1945 tidak dapat diubah karena memuat pernyataan kemerdekaan dan hukum dasar negara, yaitu Pancasila. Perubahan terhadap Pembukaan UUD 1945 berarti sama dengan membubarkan keberadaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
    3. Rumusan Pancasila di dalam Pembukaan UUD 1945 sesuai dengan kaidah ilmu hukum sehingga memenuhi syarat pokok kaidah bernegara yang mendasar.
    Pembangunan Nasional bertujuan untuk mewujudkan suatu masyarakat adil makmur yang merata material dan spiritual berdasarkan pancasila dan UUD 45 dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang merdeka, bersatu, dan berkedaulatan rakyat dalam suasana perikehidupan bangsa yang aman, tentram, tertib, dan dinamis dalam pergaulan dunia yang merdeka, bersahabat, tertib dan damai.

    Demikianlah pembahasan singkat tentang Pancasila sebagai Sumber Nilai Bagi Bangsa Indonesia. Semoga bermanfaat untuk menjadi sumber rujukan.

    You Might Also Like:

    Disqus Comments